Kembali ke Beranda
Info Penyakit

Kenali Gejala Awal Penyakit Tidak Menular (PTM)

10 Juni 2026 Tim Promkes
Penyakit Tidak Menular Hipertensi
Pemeriksaan Tekanan Darah / Cek Tensi

Penyakit Tidak Menular atau PTM adalah penyakit yang tidak menular dari satu orang ke orang lain, tetapi dapat berkembang secara perlahan dalam tubuh. PTM biasanya berlangsung lama dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, stres, lingkungan, usia, serta riwayat keluarga. Beberapa contoh PTM yang sering ditemukan di masyarakat adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, asma, penyakit paru kronis, kanker, dan gangguan ginjal. WHO menjelaskan bahwa jenis utama penyakit tidak menular meliputi penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.

Di wilayah Kecamatan Tambora yang padat penduduk dan memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi, kesadaran terhadap PTM perlu terus ditingkatkan. Banyak orang merasa sehat karena belum merasakan keluhan berat, padahal beberapa penyakit tidak menular dapat muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, mengenali tanda awal dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit bertambah parah.

Salah satu PTM yang sering terjadi adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada pada angka 140/90 mmHg or lebih. Kondisi ini sering tidak menimbulkan keluhan, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa tekanan darahnya tinggi. Jika tidak dikontrol, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala berulang, pusing, mudah lelah, rasa berat di tengkuk, jantung berdebar, atau penglihatan terasa kabur. Namun, perlu diingat bahwa tekanan darah tinggi tidak selalu menimbulkan gejala. Oleh karena itu, cara paling tepat untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Selain hipertensi, diabetes melitus juga perlu mendapat perhatian. Diabetes dapat ditandai dengan sering merasa haus, sering buang air kecil terutama pada malam hari, sering merasa lapar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, penglihatan kabur, luka sulit sembuh, dan sering mengalami infeksi. Gejala tersebut perlu diperhatikan, terutama pada orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, atau pola makan tinggi gula dan kalori.

Penyakit jantung juga termasuk PTM yang harus diwaspadai sejak dini. Gejala awal yang sering muncul antara lain nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, dada terasa tertekan, mudah sesak saat beraktivitas, keringat dingin, cepat lelah, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang. Bila keluhan nyeri dada terasa berat, menetap, atau disertai sesak napas dan keringat dingin, segera cari pertolongan ke fasilitas kesehatan.

Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang juga berhubungan dengan PTM, terutama hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Gejala stroke dapat muncul secara tiba-tiba, seperti wajah tampak mencong, bicara pelo atau sulit berbicara, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kebas, gangguan penglihatan, sakit kepala hebat mendadak, atau kehilangan keseimbangan. Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala stroke dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Masyarakat juga perlu memperhatikan gejala penyakit pernapasan kronis, seperti batuk lama yang tidak kunjung membaik, sesak napas berulang, napas berbunyi, dada terasa berat, atau mudah lelah saat beraktivitas. Keluhan ini lebih berisiko terjadi pada orang yang merokok, sering terpapar asap rokok, tinggal di lingkungan dengan polusi, atau memiliki riwayat alergi dan asma.

Selain itu, beberapa tanda yang perlu diwaspadai sebagai kemungkinan gangguan kesehatan serius adalah benjolan yang tidak biasa, penurunan berat badan tanpa sebab, perdarahan yang tidak normal, perubahan pada buang air besar atau buang air kecil, luka yang tidak sembuh, atau nyeri yang menetap dalam waktu lama. Keluhan seperti ini tidak boleh diabaikan dan sebaiknya segera diperiksakan.

Pencegahan PTM dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku CERDIK, yaitu:
Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet sehat dengan gizi seimbang
Istirahat cukup
Kelola stres

Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa perilaku CERDIK merupakan langkah penting dalam mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular.

Puskesmas Kecamatan Tambora mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Jangan menunggu sakit berat untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan sederhana seperti cek tekanan darah, gula darah, berat badan, lingkar perut, dan konsultasi kesehatan dapat membantu menemukan risiko PTM lebih awal.

Bagi warga yang memiliki keluhan atau faktor risiko PTM, segera datang ke Puskesmas, Posbindu PTM, atau fasilitas kesehatan terdekat. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk dikendalikan dengan baik. Dengan deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan pengobatan yang sesuai anjuran tenaga kesehatan, komplikasi PTM dapat dicegah.

Mari bersama-sama menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Kenali gejala awal PTM, lakukan pemeriksaan rutin, dan biasakan hidup sehat setiap hari.

Cegah PTM sejak dini.
Hidup sehat, keluarga kuat, Tambora lebih sehat.

Puskesmas Kecamatan Tambora
Bangga Melayani Bangsa